Formasi Sepak Bola Terbaik Yang Paling Sering Digunakan

Pola permainan ini mengubah pakem strategi yang awalnya menjadi 4-3-3. Mengubah peran dua sayap pragmatis menjadi dua winger cepat untuk menemani striker tunggal, dan menarik satu penyerang untuk melengkapi trio lini tengah dengan mobilitas tinggi. Sementara itu, 4 pemain penyeranglah yang berperan untuk menyerang sedangkan 2 pemain sayap akan membangun serangan yang mereka dapat mulai dari garis tengah lapangan.

Selain itu tanpa banyak perubahan posisi, tentunya akan lebih membantu untuk menghindarkan pemain dari kebingungan akan sistem bermain. Namun, perlu diwaspadai strategi dari formasi tersebut sangat beresiko jika gelandang bertahan tidak bekerja optimal. Selain itu, kedalaman skuat dalam formasi juga sangat penting, pasalnya tekanan saat Anda menyerang dan bertahan sama-sama besar. Formasi tersebut cocok untuk pemain yang tidak terburu-buru melakuakan penyerangan.

Sedangkan disisi lain, agar penyerangan kuat maka striker dibantu oleh dua orang pemain sayap. Ketiga gelandang ini, di Indonesia terlalu fokus terhadap satu peran yang ia emban. Formasi ini pula yang menjadi dasar dari filosofi permainan yang ingin dikembangkan oleh federasi kita, Filanesia. Sebuah pola strategi yang mengombinasikan umpan-umpan pendek dengan umpan panjang yang cepat untuk mendobrak pertahanan lawan.

Bentuk fleksibilitas tersebut akan sangat kelihatan jika tim sedang dalam fase bertahan. Peran dua pemain ini dalam variasinya nanti bisa saja menjadi sangat rumit, serupa kompleksitas peran gelandang bertahan dalam skema empat bek.

Tapi posisi dua gelandang serang dalam yang relatif lebih di depan, membuat kompleksitas tersebut tidak akan sampai menimbulkan kerusakan fatal terhadap pertahanan, jika sewaktu-waktu mereka membuat kesalahan. Efektifitas peran gelandang bertahan cukup beragam dalam fase ini, karena sangat bergantung kepada kepandaiannya membaca permainan, kecepatannya bergerak, sekaligus skillnya untuk menghadang lawan. Sebenarnya gelandang bertahan bukan solusi nyata di pendekatan ini, karena pemain secerdas Sergio Busquets saja masih sering gagal melaksanakan tugas. Justru intimidasi dengan melempar lebih banyak pemain ke depan sejak awal yang berperan lebih besar dalam MENCEGAH serangan balik berbahaya agar tidak terjadi. Dengan lebih sedikit proses yang harus dilalui untuk mendapatkan bentuk ini, skema tiga bek bisa lebih stabil ketika menyusun serangan karena pemain akan lebih cepat berada di posisi masing-masing.

Karena formasi sangat baik untuk memainkan bola terlebih dahulu dengan umpan-umpan pendek atau yang lebih dikenal dengan tiki-taka. Ketika sebuah tim tidak memiliki variasi gelandang tengah atau membutuhkan serangan sayap atau memiliki setidaknya dua mid-centre serbaguna, maka 4–4–2 harus digunakan. Tetapi ini tidak baik untuk strategi tim tetapi untuk perubahan taktis.

Pastinya tidak kebingungan lagi soal macam-macam formasi sepak bola. Formasi ini merupakan formasi yang memiliki 2 gelandang bertahan yang fokus bertahan, kalau misal terjadi bek sayap baik kanan maupun kiri lagi naik, maka tugas 2 gelandang bertahan inilah untuk membackupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *